RANGKUMAN: Base Practice Kepala Sekolah
Judul : Membuat Target melalui kajian Potensi
Oleh : Muhammad Saleh Suaidy, S.PdI (Kepala MIN 1 Kumai)
Pendahuluan:
MIN 1 Kumai Hilir adalah Madrasah Swasta Swadaya masyarakat asli pribumi yang secara sadar mendirikannya dalam rangka peningkatan sumber daya manusia sekitar, dan diNegerikan tepatnya terhitung mulai tanggal 25 Nopember 1995 Berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 515A tahun 1995.
Dengan didasari amanah masyarakat, seiring kurun waktu 15 tahun, sudah sangat banyak lulusan, dan prestasi akademik dan non akademik yang sudah diraih baik tingkat regional maupun nasional. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari jerih payah dan upaya yang terstruktur dan terukur dari segenap kumponen Sekolh/Madrasah.
Setidaknya ada 5 kumponen yang menonjol dan dapat dijadikan bahan Base Practice untuk berbagi dan sebagai kajian ulang dalam rangka peningkatan mutu dan pemetaan kelebihan, dan kekurangan untuk merancang keberhasilan yang lebih baik di kemudian hari:
- Image dan pencitraan sekolah sebagai basis perbaikan input dan dukungan masyarakat
- Metode dan strategi monitoring dan supervise manajemen pembelajaran dan evaluasi
- Volume pelatihan dan ajang kejuaraan sebagai motivator semangat belajar dan berlatih.
- Pemberdayaan KKG dan KKKS sebagai wadah peningkatan pengetahuan dan informasi.
- Outdoor class, sebagai penghilang kejenuhan suasana belajar.
Dari sekian kumponen dan dari pengalaman yang sudah kami terapkan tentunya punyai tingkat kemudahan dan kesulitan serta kendala. Sehingga penting untuk dituangkan dalam bentuk Base Practice, agar mempermudah dikaji ulang dan pemantapan program peningkatan manajerial memberikutnya.
Pembahasan:
- Image dan pencitraan sekolah
- Pengembangan Budaya Lokal
- Eskul yang “wah”
- Budaya Prestasi dan Membaca Peluang
- Promosi Pendidikan.
Target 2007 sd akhir 2008 : Mempunyai Alat Drum Band Lengkap
- Metode dan strategi monitoring dan supervisi
- Metode diskusi dan penilaian diri sendiri
- Strategi Supervisor Silang dan Penilaian Objektif
Target 2007 : Diresmikannya KTSP dan Pemahaman yang memadai tentang Kurikulum dan perangkatnya serta terpenuhinya kewajiban administrasi pembelajaran Guru
- Volume pelatihan dan ajang kejuaraan
- Membuat ajang Kejuaraan Lokal
- Mengusulkan ajang Kejuaraan Melalui Forum KKG dan KKKS
Target 2008-2009 : Juara I Tk Propinsi Cabang Takraw
- Pemberdayaan KKG dan KKKS
- Memberikan fasilitas, peluang dan waktu
- Pengalokasian dana
Target Berkelanjutan : Aktifnya kegiatan KKG dan KKKS
- Outdoor class
- Bangunan Terbuka
- Taman Sekolah yang Asri dan Teduh
Target 2009 : Taman Sekolah
Target 2010 : Ruang Belajar Terbuka
Kesimpulan:
- Input yang baik akan menghasilkan output yang baik pula, akan tetapi input akan ditentukan oleh image dan pencitraan yang baik.
- Rutinitas mengajar dan disupervisi membutuhkan metode dan strategi yang jitu, seperti membentuk Tim Supervisi silang dalam satu Kabupaten baik antar kepala sekolah maupun pengawas dengan Surat keputusan Kepala Kantor Kabupaten dikuatkan dengan aturan, penjadwalan, evaluasi dan tindak lanjut.
- Untuk menumbuhkan semangat belajar dan latihan, dibutuhkan harapan-harapan, yang paling mudah dan murah diwujudkan adalah ajang kejuaraan.
- Sekolah penting untuk menfasilitasi berkembangnya kegiatan forum-forum seperti KKG, KKKS dan sejenisnya, untuk mempercepat sampainya informasi, peningkatan kemampuan dan daya saing.
- Ruang kelas merupakan ruang resmi untuk belajar, akan tetapi segala sesuatu yang sifatnya rutinitas akan tetap membosankan, makanya diperlukan fasilitas lain seperti ruang terbuka, taman sekolah dan sejenisnya yang membuat suasana menjadi baru.
- Perencanaan sematang dan sebaik apapun jika tidak mempunyai pengukuran indicator target capaian akan sulit dijabarkan tingkat keberhasilannya secara factual.
Maret 8, 2011 pada 10:51 am
Alumni MIN Kumai HilirPromosikan Halaman Anda Juga