PENDIDIKAN HANYA UNTUK ORANG KAYA
Kita Sering mendengar Ungkapan bahwa”Orang miskin dilarang sakit” ungkapan tersebut mengandung arti bahwa saat ini biaya untuk mendapatkan akses kesehatan ( pelayanan Kesehatan) sangatlah mahal sehingga orang miskin yang tidak punya Uang tidak dapat membayar biaya pengobatan, sehingga orang miskin tidak boleh sakit, karena bila sakit Ia tidak akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang tinggi. Ternyata selain itu ada lagi Ungkapan lainya yang tidak kalah membuat miris kita semua yaitu “Pendidikan hanya untuk orang kaya” Betapa tidak semakin mahalnya Biaya pendidikan yang harus dikeluarkan mengakibatkan orang orang yang kurang mampu sulit atau bahkan tidak bisa mendapat akses untuk mendapatkan pendidikan karena secara financial mereka memang kurang, terlebih adanya program otonomi yang diberikan kepada instansi pendidikan, dengan alasan agar instansi pendidikan semacam sekolah dan universitas lebih mandiri dan dapat menghasilkan lulusan yang jauh lebih baik. Memang alasan tersebut seolah begitu baik bagi perkembangabn dunia pendidikan, namun apakah benar demikian?? pada dasarnya pemerintahlah yang berkewajiban menjamin pendidikan setiap warga,dan setiap warga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses atas pendidikan, dengan program kemandirian tersebut, sebenarnya pemerintah telah lepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai penjamin pendidikan warganya. ada beberapa akibat yang ditimbulkan dari adanya otonomi tersebut diantaranya:
Pemerintah menyerahkan pengelolaan kepada pihak sekoloah atau instansi sehingga mereka harus mengurusi semuanya sendiri termasuk dalam hal pembiayaan, akibatnya pihak universitas atau sekolah akan semaksimal mungkin mencari dana agar kebutuhanya tercukupi, akibatnya para siswalah yang akan menanggung akibatnya karena mereka akan dijadikan sapi perah pihak sekolah dan universitas dengan memberikan biaya pendidikan yang tinggi
Pendidikan menjadi semacam komoditas yang menggiurkan, sehingga dunia pendidikan menjadi sesuatu yang Komersial, dengan demikian hanya orang yang memiliki uang banyaklah yang akan mendapatkan akses pendidikan.
Jadi bila kita baca kembali Ungakap di atas “Pendidikan hanya untuk orang Kaya” maka Ungkapan itu memang benar adanya…..